RSS

What is the reason behind advancing hearing over sight in the Holy Quran?

Allah the Almighty says;

“And pursue not that you have no knowledge of; surely the hearing, the sight, the heart- all of those shall be questioned of.” (17:36),

 and;

“Not so did you cover yourselves, lest your hearing, your eyes and your skins should bear witness against you; but you thought that Allah would never know much of the things that you were working.” (41: 22),

 and:

“Say; ‘Think you, if Allah took away your hearing and your sight, and sealed up you hearts, who – a god other than Allah – could restore them to you?’”  (6:46)

Saudaraku, setelah membaca beberapa ayat di atas, dapatkah kau memperhatikan bahwa kata “pendengaran” selalu mendahului kata “penglihatan” ? Apakah ada alasan-alasan yang mungkin dimaksudkan melaluinya ? mari bersama kita coba meninjaunya melalui sudut pandang ilmu kedokteran yang ada saat ini.

Saat fase embrio di kandungan, pendengaran memang berkembang terlebih dahulu dibanding penglihatan, dan indra pendengaran pula yang pertama berfungsi dalam hidup kita. Fungsi dari sistem pendengaran bekerja langsung saat bayi dilahirkan ke dunia, kebalikan dari indra penglihatan yang tidak langsung berfungsi saat kita dilahirkan.

Dengan kata lain, pasti ada alasan mengapa Allah SWT menganugerahkan pendengaran untuk bisa bekerja lebih dahulu kepada kita. Coba kita bayangkan, jika suatu suara atau bunyi-bunyian yang mengganggu ada disekitar bayi yang baru lahir, maka bayi itu akan merasa takut atau tidak nyaman dan mulai menangis. Namun jika tangan yang mendekati bayi itu, dia tidak merasakan adanya bahaya. Dapatkah kau bayangkan ketika si bayi merasakan tangan sang bunda sebagai suatu ancaman yang mengganggu? Interaksi seperti apa lagi yang bisa menggantikan belai lembut sang Bunda jika sentuhan itu akan membuat sang bayi menderita? Bagaimana cara memberi ASI tanpa membuat sang bayi merasa tidak nyaman sementara kontak fisik bayi dan bundanya amat diperlukan untuk membangun koneksi psikologis antara keduanya ? Sungguh malang nasib si bayi dan sang bunda bukan? Maha Besar Allah.

Hal lain yang bisa kita pelajari adalah pendengaran tidak berhenti berfungsi saat kita tidur. Sejak awal sekali permulaan hidup seorang manusia,  fungsi dari telinga langsung bekerja sementara organ-organ lain membutuhkan waktu beberapa hari atau tahun untuk dapat berfungsi dengan sempurna. Mata membutuhkan cahaya untuk melihat. Berkas cahaya yang dipantulkan benda disekitar kitalah yang memungkinkan kita dapat melihat benda tersebut.  Jika gelap, saat tidak ada cahaya yang dapat dipantulkan suatu benda, kita tidak dapat melihat tetapi telinga kita dapat berfungsi baik dalam kondisi gelap dan terang.

Telah kita pahami dan dapat kita simpulkan, telinga adalah penghubung antara manusia dan dunia. Allah SWT menunjukkan kebesaran-Nya, saat Dia menidurkan para pemuda kahfi di dalam gua selama ratusan tahun. Allah berfirman di surat Al-Kahfi ayat 11 ; Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu[873] “, Maksudnya adalah Allah menidurkan mereka selama 309 tahun qamariah dalam gua itu (lihat ayat 25) sehingga mereka tak dapat dibangunkan oleh suara apapun. Putuslah hubungan para pemuda kahfi dengan dunia luar.

Saudaraku, ada satu hal yang menarik mengenai pembahasan kita ini. Seperti contoh-contoh ayat diawal perjalanan kita, pendengaran selalu mendahului penglihatan di seluruh ayat Al-Quran kecuali pada ayat ini :

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (32: 12)

 

Hanya pada ayat ini, Allah SWT mendahulukan kata “melihat” dibanding “mendengar”. Yaitu pada ayat yang mengisahkan kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat  yang tidak mempercayai Allah SWT dan mendustakan hari akhir. Bahwa orang-orang kafir tersebut baru merasa takut setelah melihat siksaan yang menanti mereka padahal mereka sudah mendengar peringatan Allah SWT.

Satu hal lagi yang menarik adalah, kata “telinga” di Al-Quran selalu disampaikan dalam bentuk kata tunggal, sedangkan “mata” selalu dalam bentuk  jamak. Mari kita simak beberapa ayat di bawah ini :

 “Not so did you cover yourselves, lest your hearing, your eyes and your skins should bear witness against you; but you thought that Allah would never know much of the things that you were working.” (41: 22)

 “Say:’Think you, if Allah took away your hearing and your eyes and sealed up your hearts, who -a god other than Allah- coukd restore them to you? ” (6:46)

 

Allah SWT, dengan ekspresi yang akurat, mengungkapkan kepada kita kualitas kepastian isi dari Al-Quran. Kita tahu bahwa  indra penglihatan dapat dipengaruhi secara sadar oleh manusia.

Normalnya, manusia dapat mengontrol secara aktif matanya sendiri untuk membuka atau menutup. Untuk melihat atau tidak melihat sesuatu. Namun hal itu tidak berlaku dengan pendengaran. Pendengaran tidak dapat dengan sendirinya secara aktif menentukan apa yang ingin ia dengar atau tidak. Ada kelopak mata namun tidak ada kelopak telinga. Maksudnya adalah, tiap-tiap manusia dapat melihat atau tidak melihat sesuatu pada saat yang bersamaan.

Bayangkan bila kita ditempatkan pada satu tempat dan posisi yang sama untuk memperhatikan suatu objek, sebutlah burung di dalam sangkar. Saat seseorang berkedip, mungkin ia bisa melewatkan suatu momen yang penting sementara yang lain tidak melewatkannya. Bahkan sudut pandang, posisi tubuh dan lokasi dari sang objek yang berubah-ubah, dapat memberikan momen yang berbeda pada tiap orang dan mempengaruhi momen yang dia lihat. Berbeda dengan telinga, karena normalnya kita semua berbagi dan mengenal bentuk suara yang sama bila kita ditempatkan pada satu tempat dan posisi yang sama. Meskipun “mata” bervariasi tetapi ”telinga” tetap satu.

Alhamdulillah, semoga pembahasan di atas menambah keimanan kita bersama.

Diterjemahkan dengan beberapa perubahan dari Sumber : http://www.islamicmedicine.org/medmiraclesofquran/medmiracleseng.htm

 
2 Comments

Posted by on July 18, 2010 in Medical update

 

Tags: ,

Precious : Children’s Trustworthy

Hari-hari terakhir KKN di kelurahan, saya mendapat sebuah Amanah

Gantungan Kunci Naruto dengan ukiran nama saya di belakangnya

Sebuah kenang-kenangan dari adik kecil di kelurahan Dukuh Sutorejo-Surabaya .

Mungkin bentuknya sederhana dan ukurannya tak seberapa, namun bagi saya kesannya sungguh luar biasa berharga.

 

Terima kasih Luky

As your wish lil’ brother , I’ll keep that one forever, I promise :-)

 
Leave a comment

Posted by on September 26, 2010 in Stories

 

Tags: ,

Fetal origins of adult disease : strength of effects and biological basis

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) telah lama diasosiasikan dengan Coronary Heart Disease / Penyakit Jantung Koroner (CHD/PJK) dan faktor resiko biologis lainnya. Efek dari BBLR semakin diperkuat oleh pertumbuhan bayi yang lambat dan peningkatan berat badan yang sangat cepat dan signifikan pada masa kanak-kanak.

Untuk mengukur pengaruh pentingnya proses perkembangan dalam pembentukan penyakit, dilakukan studi longitudinal terhadap 13.517 pria dan wanita yang lahir di Helsinki University Hospital periode 1924-1944. Dilakukan pencatatan ukuran tubuh saat lahir dan selama masa kanak-kanak, termasuk riwayat kematian, riwayat masuk rumah sakit, resep pengobatan penyakit kronis yang mana seluruhnya terdokumentasi per objek studi.

Hal yang menarik adalah ditemukannya korelasi antara BBLR dengan karakteristik seperti yang diungkapkan di awal artikel dengan insiden CHD, diabetes tipe 2 dan hipertensi. Penyakit-penyakit ini berasal dari dua fenomena biologis yaitu, developmental plasticity dan compensatory growth. Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on September 25, 2010 in Medical update

 

Tags: ,

It’s not “morning sickness” (new perspective of Emesis Gravidarum)

Dalam kehamilan, seorang ibu hamil biasanya mengalami beberapa keadaan yang kurang nyaman dan mengenakkan bagi ibu tersebut dalam menjalani aktivitasnya selama kehamilan yang  disebut penyulit selama kehamilan. Beberapa penyulit yang banyak dialami para ibu hamil diantaranya berupa penyulit langsung dan tidak langsung. Penyulit langsung diantaranya emesis gravidarum, kehamilan preterm, kehamilan post term, Intra Uterine Growth Retardation (IUGR), Poli/Oligo Hidramnion dan KPP dan masih banyak lagi. Kita akan mempelajari kasus yang cukup sering dialami saja disini yaitu emesis gravidarum.

Emesis Gravidarum

Masyarakat pada umumnya mengenal penyulit ini dengan istilah “morning sickness”  , namun ada yang perlu diluruskan sebelumnya dari istilah ini. Pertama, mual-muntah yang dialami ibu hamil ini dapat terjadi dalam sepanjang hari selama sang ibu terjaga, tidak hanya terjadi di pagi hari. Kedua, istilah “sickness” yang digunakan kurang tepat karena ibu hamil yang mengalaminya adalah wanita yang sehat dengan kandungan berupa janin yang sehat pula. Maka dari itu untuk seterusnya akan lebih baik bila kita menggantinya dengan istilah Mual-muntah dalam kehamilan (Nausea and Vomiting in Pregnancy). Untuk mempermudah kita singkat saja NVP.

Rata-rata  66% ibu hamil (rata-rata  presentase antar negara bervariasi berkisar 35%-84%) mengalami NVP. NVP muncul sekitar 5 minggu semenjak hari pertama haid terakhir lalu puncaknya pada minggu ke 8-12 usia kehamilan lalu secara bertahap mereda seiring bertambahnya usia kehamilan. Gejala dimulai dari mual yang ringan lalu terus berkembang menjadi muntah yang reguler. NVP pada sebagian kecil kehamilan, kurang dari 1% populasi ibu hamil, dapat berkembang menjadi Hiperemesis Gravidarum, yaitu mual-muntah yang sering, jumlah banyak, dan tak terkontrol hingga menyebabkan kelainan kadar asam-basa dalam tubuh sampai menyebabkan penurunan berat badan signifikan.

#FACT

Kasus emesis gravidarum diteorikan oleh Sherman dan Flaxman sebagai mekanisme proteksi janin berdasarkan beberapa temuan yaitu:

-         Frekuensi normal dari NVP (Nausea and Vomiting in Pregnancy), tidak termasuk hiperemesis, melindungi ibu hamil dan janin yang dikandung dari substansi yang berbahaya dalam makanan, khususnya mikroorganisme patogen di produk daging dan racun-racun di sayuran terutama tanaman dengan rasa yang tajam (strong-tasting plants).

-          Puncak NVP  sama dengan puncak organogenesis

-         Kejadian abortus dan IUFD (Intra Uterine Fetal Demise),  berbanding terbalik beratnya NVP

-         Irena N et al mempelajari bayi-bayi dengan IQ normal yang lahir dari ibu yang menderita NVP. Bayi-bayi tersebut mempunyai  skor yang lebih tinggi (dalam Performance IQ, NEPSY verbal fluency, Phonological procesing dan McCarthy Numerical Memory) daripada bayi yang lahir dari ibu yang tidak menderita NVP.

Dari pembahasan diatas, yang dimaksudkan bukanlah sang ibu hamil harus mendapatkan suatu pertolongan medis atau menghindari makan daging dan sayuran bila terjadi NVP. Namun, pola pikir bahwa NVP pada level frekuensi yang normal tidak akan menyakiti janin atau sang ibu dan bahkan bisa bermanfaat untuk keduanya.

Sumber

Kuliah Dr.dr. Hermanto TJ.,SpOG(K) dengan sedikit perubahan

 
Leave a comment

Posted by on September 25, 2010 in Medical update

 

Tags:

AKHLAK

Wahai Rasulullah, siapa hamba yang paling dicintai Allah?”. Beliau menjawab, “Yang Paling Baik Akhlaknya”.(HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya hadis 4/278, Ibnu Majah hadis 3436)

Akhlak dan ibadah

Allah Swt. berfirman di Surah al-Anbiya ayat 107 “Kami tidak mengutusmu (wahai Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta”. Kemudian Rasulullah saw. pun pernah bersabda “Aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak” (HR Imam Malik hadis no.1723). Saudaraku, renungkan keduanya lalu mari kita berpikir.

Dapat kita lihat ada korelasi yang erat antara hadis dan firman Allah diatas. Bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Melalui jalan menyempurnakan kemuliaan akhlak umat muslim di dunia. Kita dapat bayangkan seandainya kecurangan, tipu daya, pengkhianatan dan berbagai kejahatan sebagai manifestasi akhlak yang buruk merajalela di masyarakat, apakah masyarakat tersebut akan diliputi rahmat?

Kita sering menjumpai antara keduanya  terdapat kesenjangan yang amat jauh.  Seolah-olah terdapat jarak antara dunia (akhlak) dan agama (Ibadah). Contoh fisiknya mungkin kita pernah menemukan orang yang begitu baik tatkala berada di masjid, namun sikapnya begitu buruk diluar masjid. Kenyataannya, pemisahan tersebut sama sekali tidak dikenal dalam Islam, Islam adalah satu kesatuan. Masing-masing saling melengkapi.

Menurut  Dr. Amr Khaled, seorang cendikiawan sekaligus motivator, Kesenjangan yang sangat jauh antara akhlak dan ibadah menghasilkan dua tipe manusia :

Pertama, manusia yang rajin beribadah, tetapi buruk akhlaknya. Kedua, manusia yang berakhlak baik, tetapi buruk ibadahnya.

Karena itu, kita bisa melihat ada orang yang disatu sisi menjaga amanah dan sangat jujur, tetapi di sisi lain ia tidak mengerjakan sholat. Dapat pula kita jumpai orang yang disatu sisi sangat tekun beribadah, namun masih suka mencari uang dari pekerjaan yang tidak halal. Keduanya adalah orang-orang yang belum memaknai dan mengamalkan tujuan diturunkannya Rasulullah saw.

Malu dan Iman

Rasulullah saw. bersabda, “Malu dan iman saling terkait” (HR al-Hakim, al-Tabrani dalam al-Ausath ). Pengertiannya jika salah satunya cacat, maka yang lainnya juga cacat.

Banyak perilaku yang terkadang khilaf kita lakukan berkaitan mengenai rasa malu ini. Seorang pria dapat dengan mudahnya membualkan kata-kata rayu kepada bukan muhrimnya.  Seorang wanita yang berkumpul sambil bergosip dengan teman-temannya lalu tertawa dengan suara keras. Bisa jadi keduanya termasuk orang yang rajin sholat. Tetapi, maaf, “Malu dan iman saling terkait”. Sungguh ingatlah saudaraku, Allah Maha Melihat lagi Maha Mendengar.

Hal ini perlu diungkap agar kita bisa memperbaiki kesenjangan yang cukup jauh antar akhlak dan ibadah. Juga, agar kita mengetahui hubungan yang sangat kuat antara iman dan akhlak. Bila engkau ingin mengetahui sejauh mana imanmu, lihatlah akhlakmu. 

KEMENANGAN ORANG-ORANG MUKMIN
sifat yang menjadikan orang-orang mukmin beruntung

Saat Allah berbicara tentang sifat-sifat seorang mukmin, kita dapat melihat sifat bernuansa akhlak yang diikuti dengan sifat ibadahnya. Demikian seterusnya, menunjukkan pada kita benar-benar keduanya saling melengkapi.

Kita simak dan perhatikan salah satu contohnya dalam Surah al-Mukminun 1-9 :

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya (ibadah)

3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna (akhlak)

4. dan orang-orang yang menunaikan zakat (ibadah)

5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya (akhlak)

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (akhlak)

9. dan orang-orang yang memelihara sholatnya.(ibadah)

[994]. Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya no. [282].

[995]. Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

Subhanallah, lihatlah saudaraku, betapa Allah menunjukkan dengan sangat jelas kepada kita. Masalahnya mungkin masih rancu bagi kita. Yang mudah kita anggap sulit, sementara yang sulit kita anggap mudah. Sebagian kita menganggap membaca dan menghafal Al- Qur’an adalah sulit. Bila kita berpikir, yang kita anggap sulit tadi justru sebenarnya mudah. Yang sulit adalah bagaimana kita menata akhlak kita masing-masing. Ya, yang sulit adalah merubah diri kita dari dalam. Yang mungkin hal tersebut ternyata disengaja dan sebenarnya kita suka meremehkan, hal yang kita nggap mudah.

Ilustrasi yang pasti kita semua kenal, Seorang pelajar bisa saja mencontek sewaktu ujian untuk menjawab seluruh teori-teori yang baru sanggup dicapai akal manusia lalu mendapatkan nilai yang mengagumkan. Namun teori-teori pemikiran akal manusia masih amatlah kecil dibandingkan pengetahuan Allah yang Maha Luas. Lalu apa yang diperoleh pelajar tersebut?  Hanya nilai ujian yang dihasilkan mesin komputer pemeriksa jawaban? Tidak, masih ditambah pula murka Allah karena mendustakan sifat-Nya yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Bahkan ilmu dari teori-teori yang kecil itupun ia tak dapat.

Sungguh contoh diatas bukanlah orang yang beruntung, orang yang tidak menjauhi perbuatan yang sia-sia dan tidak menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Sungguh rugi saudaraku.

Saudaraku yang baik, pertanyaan ini sepertinya mudah namun sangatlah penting.“Dapatkah kita merubah diri kita?”. Hal itu bukanlah untuk dijawab dengan lisan semata. Disini kita dihadapkan pada pertanyaan yang bersifat praktis lebih penting dari yang bersifat teoritis, bukankah begitu saudaraku? .

Semoga Allah Swt. menambahkan keimanan dan kebaikan kepada akhlak kita semua.

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2010 in Snack for the soul

 

Tags: ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.